Minggu, 02 Februari 2020

Cara Membuat Sayur Asin | 湖北咸菜


Di Indonesia, sayur asin digunakan untuk mengistilahkan produk fermentasi sawi. Sawi pada pembuatan sayur asin difermentasikan secara alami dengan air pekat yang diambil dari air untuk menanak nasi. Fermentasi terjadi dengan pertumbuhan beberapa bakteri asam laktat. Bakteri-bakteri asam laktat itu antara lain leuconostoc mesenteroides, lactobacillus confusus, lactobacillus curvatus, pediococcus pentosaceus, dan lactobacillus plantarum. Jamur candida sake dan candida guilliermondii juga berkontribusi pada fermentasi itu. Asam laktat, asam asetat, asam sukinat, etanol, dan gliserol merupakan hasil dari fermentasi. Glukosa, muncul akibat degradasi pati dan maltosa, dimetabolisir oleh spesies yang tumbuh.

Semua tanaman/ sayuran yang tumbuh dari perut bumi, dapat diolah menjadi berbagai macam makanan yang enak dan lezat sesuai dengan kondisi dan keadaan.

Sayur asin sangat biasa dimasak oleh kalangan orang Tiong Hoa, karena sayur ini selain mudah cara membuatnya, juga awet dan bisa bertahan lama, asal selama penyimpanannya selalu terendam air. Sayur asin ini bisa dimasak kuah, ditumis atau digunakan untuk campuran asinan sayur (asinan bogor), dll.
Pada kesempatan kali ini, saya coba membuat sayur asin dengan sayur seadanya yang saya dapat. Tehnik pembuatan sayur asin ini biasa disebut dalam sebagai Ham Coy/ Kiam Chai/ Xien Cai.


Bahan Bahan:

  1. Sayur sawi segar = 30 bongol
  2. Garam = 250 Gram
  3. Gula Pasir= 2 Sdm
  4. Gula Aren= 100 gram
  5. Jahe = 2 Ruas
  6. Air Bekas Cucian Beras = Secukupnya (saya pakai 2 baskom)
  7. Kantong plastik besar
  8. Kontainer/ Toples besar.

Cara Membuat:
  1. Cuci bersih sawi segar dan bilas beberapa kali hingga bersih.
  2. Jemur dengan cahaya sinar matahari, selama sehari/ sampai layu.
  3. Baluri seluruh sawi dengan garam dan gula pasir sampai merata.
  4. Taburi sawi tersebut dengan gula aren yang sudah dihaluskan.
  5. Beri irisan jahe dan ratakan.
  6. Masukkan sawi dan semua bumbu tersebut kedalam kantong plastik 
  7. Siram dengan air bekas cucian beras hingga merata/ terbenam semua.
  8. Masukkan kedalam kontainer/ toples dan tutup rapat
  9. Diamkan selama 6 hari dan sayur asin selesai dibuat.

Sayur asin yang sudah mengalami proses fermentasi tersebut, jika hendak digunakan sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk kemudian dapat dimasak kuah, ditumis atau digunakan untuk campuran asinan sayur, dll. Sayur asin ini bisa bertahan lama, asal selama menyimpan selalu terbenam dalam air bekas cucian beras tersebut. 

Untuk lebih jelas dalam proses pembuatan sayur asin ini, silahkan tonton videonya dibawah ini:


Sekian dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top